Memahami Mode Aperture Priority Kamera Digital

Dalam menggunakan kamera DSLR maupun kamera mirrorless, atau bahkan kamera saku kelas atas, kita disuguhi beberapa pilihan mode pengoperasian untuk mengontrol exposure. Salah satunya adalah mode Aperture Priority (mode lain: Mode Program, Mode Shutter Priority dan Mode Auto). Mode aperture priority biasanya disimbolkan dengan huruf A atau Av di tombol kontrol kamera anda. Sebelum melangkah terlalu jauh, penting bagi anda untuk memahami dasar konsep exposure, konsep aperture dan depth of field dan memahami segitiga fotografi.

Mode aperture priority 1

Konsep

Dalam mode aperture priority ini, kamera memberi kebebasan bagi kita untuk mengontrol nilai aperture, sementara kamera akan menghitung dan menentukan nilai shutter speed. Nilai ISO bisa kita set dari awal, atau bahkan kita bisa memilih auto ISO.

Selengkapnya >Memahami Mode Aperture Priority Kamera Digital

Memahami Mode Program Kamera DSLR

Program mode alias mode program biasanya disimbolkan dengan huruf P dikamera DSLR ataupun kamera digital lain. Didalam mode ini, kita bisa memilih ISO dan kamera akan menentukan nilai aperture dan shutter speed. Beda antara mode Program dengan mode Auto adalah dalam mode Program kita tetap memiliki kontrol atas kamera, sementara di mode Auto kamera menentukan semuanya.

Caption 013

Mari kita pahami mode program lebih jauh.

Selengkapnya >Memahami Mode Program Kamera DSLR

Memahami Stop Dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Dalam fotografi, kata “stop” sering sekali kita dengar dan baca. Bukan, bukan stop yang itu, bukan stop yang artinya berhenti. Stop disini adalah istilah dalam fotografi. Contoh penggunaanya mungkin seperti ini: “Karena fotonya terlihat over, saya turunkan satu stop”, nah seperti itu.

Kalau sampai detik ini, kata stop dalam fotografi masih membuat anda bingung, silahkan simak penjelasan singkat ini.

Stop

Definisi Stop

Selengkapnya >Memahami Stop Dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Bagaimana Cara Mengunci Exposure Dengan Auto Exposure Lock

Masing-masing kamera DSLR memiliki mekanisme sendiri dalam hal metering exposure dan cara menguncinya. Sebagai contoh, di kamera DSLR Nikon: saat kita memencet separuh tombol shutter dan menahannya disana lalu kita melakukan reframe (menggeser arah kamera atau memindah sudut pemotretaan), maka kamera akan secara otomatis melakukan metering ulang sehingga menghasilkan nilai exposure yang berbeda. Dengan kata lain kamera DSLR Nikon tidak mengunci nilai exposure secara otomatis.

Kamera DSLR Canon juga bekerja dengan cara yang sama seperti diatas saat kita menggunakan Metering Partial, Center-weight atau Spot. Jadi kamera DSLR Canon juga tidak secara otomatis mengunci nilai exposure. Kecuali saat menggunakan Evaluative Metering dimana kamera DSLR Canon akan mengunci exposure saat kita memencet separuh tombol shutter dan tidak akan berubah saat kita melakukan reframing.

Nah artikel ini akan menjelaskan cara mengunci nilai exposure anda dengan menggunakan tombol AE-Lock yang ada dikamera, silahkan:

Ae lock

Selengkapnya >Bagaimana Cara Mengunci Exposure Dengan Auto Exposure Lock

Memahami Konsep Histogram Dan Cara Membacanya

Konsep Histogram

Histogram barangkali adalah salah satu konsep yang cukup membingungkan, akan tetapi memahami konsep histogram adalah hal yang sangat penting jika ingin memahami fotografi digital secara utuh. Dengan melihat histogram sebuah foto, kita bisa mengetahui apakah foto tersebut memiliki exposure yang pas atau tidak, kita bisa tahu apakah cahaya yang ada dalam foto keras atau flat (datar), yang pada akhirnya bisa menentukan proses editing mana yang paling pas untuk foto bersangkutan.

konsep histogram

Oke, konsep dasarnya begini: Sebuah foto terdiri atas sejumlah banyak piksel dan setiap piksel memiliki elemen warna yang dihasilkan oleh campuran warna utama: Red – Green dan Blue (RGB). Masing-masing warna RGB tadi memiliki tingkat terang-gelap yang bernilai 0 sampai 255. Saat kita menghasilkan sebuah foto, komputer atau prosesor dalam kamera digital akan membaca nilai gelap-terang (tonal) yang 0 sampai 255 tadi. Hasil bacaan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk grafik, dan grafik inilah yang kita sebut histogram. Lebih jelasnya dibawah ini.

Bagaimana Cara Membaca Histogram?

Selengkapnya >Memahami Konsep Histogram Dan Cara Membacanya

Tips Agar Foto Lebih Tajam

Menghasilkan foto yang tajam setajam silet adalah keinginan banyak pecinta fotografi, dan beragam fitur kamera serta aksesoris tambahan sudah diciptakan untuk membantu kita menghasilkan foto yang tajam ini. Dari tripod, stabiliser (lensa ataupun kamera) sampai dengan software editor foto yang dilengkapi tool untuk mempertajam hasil akhir foto.

Artikel ini akan merangkum beberapa tips agar foto anda lebih tajam, silahkan:

tips-foto-tajam

Selengkapnya >Tips Agar Foto Lebih Tajam