Eksplorasi Sudut Pemotretan Yang Berbeda

Mayoritas orang menggunakan kamera dari sudut pandang sehari-hari, segaris dengan pandangan mata kita sehari-hari (eye level). Hasilnya adalah foto yang normal dan realistik, mirip dengan pemandangan yang ditangkap mata kita setiap saat. Bukan mau bilang kalau foto normal jelek, tapi kan seru juga kalau kita bisa memotret dengan sudut pandang yang lain.

Selain itu, seringkali suatu obyek foto bisa tampak lebih menarik saat difoto dari sudut pandang yang unik. Fotografer bisa menonjolkan kepribadian sebuah obyek foto yang berbeda hanya dengan menggeser sudut pemotretan.Mari kita lihat contoh sudut pandang normal rata mata saat memotret, obyeknya kebetulan sangat terkenal dan cantik, Menara Eiffel:

Terlihat bagus dan normal, Menara Eiffel yang cantik? Lantas bagaimana kalau difoto dengan sudut pandang yang berbeda dengan berjalan mendekat ke arah menara dan mengambil foto dari sudut yang lebih dekat?

Whoaa beda banget bukan, kesannya sangat berbeda dan memberi feel yang lain. Kalau di foto pertama Menara Eiffel terlihat indah dan seperti seharusnya, foto ini lebih terkesan tegar sekaligus anggun namun tetap indah.

Namun jangan berhenti disitu, foto Menara Eiffel ini masih bisa terlihat lain daripada yang lain dan sangat unik andai kita mau. Coba kita berjalan sampai tepat di bawahnya, mengeluarkan lensa lebar dan memotret sambil mendongak ke atas. Hasilnya bisa seperti ini:

Kesannya lagi-lagi bisa menjadi sangat berbeda dari dua foto sebelumnya, kali ini Menara Eiffel bisa tampak sangat berotot, kekar namun kurva kaki-kakinya yang lengkung masih menyisakan keindahan struktural yang keren.

Satu obyek yang sama namun dengan tiga angle pemotretan yang berbeda menghasilkan tiga buah foto yang memberi kesan berbeda-beda. Mayoritas orang, mungkin lebih dari 75% akan memotret dengan sudut pandang seperti foto pertama, sejajar dengan eye level. Sementara foto kedua apalagi foto terakhir lebih sedikit dihasilkan karena tidak banyak orang mau melihat obyek dari sudut pandang yang lain daripada yang lain.

Pesannya adalah ini: kalau mau hasil fotomu unik dan lain daripada yang lain, atau kamu mau menonjolkan sisi kepribadian obyek yang unik, cobalah ekplorasi sudut pemotretan yang juga unik. Bisa dari samping, bawah atau atas obyek foto. Foto sejajar mata itu oke dan normal, tapi sudut pemotretan yang lain juga amat layak dicoba, itulah kreatifitas.