Aksesoris Fotografi

Panduan Lengkap Menggunakan Tripod

panduan-tripod-feat

Saat membuat foto dengan shutter speed yang lambat, tripod adalah aksesori wajib yang membantu agar kamera stabil dan mengurangi goyangan sehingga kita bisa menghasilkan foto yang tajam. Dan meski cara menggunakan tripod sebenarnya mudah, namun di lapangan sering saya lihat fotografer yang kurang pas saat menggunakan tripod. Dalam artikel ini, kita akan membahas teknik dan cara yang paling tepat dalam menyiapkan, membawa dan menggunakan tripod, sehingga tripod yang sudah dan akan anda beli dengan harga yang lumayan itu lebih optimal dipakai.

Membeli Tripod Yang Bagus Adalah Investasi

Membeli tripod terbaik dan paling bagus yang masih di jangkau dompet sesegera mungkin adalah langkah paling tepat. Mayoritas orang, dan termasuk pengalaman belfot sendiri, mulai memiliki tripod dengan membeli yang paling murah. Lalu karena kamera kita makin berat, kemudian memutuskan membeli tripod yang kelas tengah-tengah. Dan kemudian karena punya lensa yang berat dan harus sering ke medan yang sulit lalu memmutuskan tripod yang lebih mahal dan tidak terlalu berat. Sebaiknya langsung saja, maksimal-kan kualitas tripod yang anda beli (sesuai budget ya) daripada harus koleksi 3 tripod seperti di atas. Baca fitur penting apa saja yang harus dilihat saat membeli tripod. Perhatikan bahwa tripod terbaik biasanya datang tanpa kepala, jadi pastikan anda tahu cara memilih kepala tripod juga.

Kapan Saatnya Menggunakan Tripod

Penting untuk di ketahui kapan saat yang pas untuk memakai tripod. Memotret (hand-held) itu memang jauh lebih nyaman dibanding harus repot membawa dan menyetel tripod. Dan meski pun makin banyak saja kamera yang mampu menghasilkan foto rendah noise dalam ISO tinggi, tetap saja ada banyak kasus di mana penggunaan tripod tidak bisa diganti. Terutama saat kita menghendaki kualitas gambar terbaik tanpa noise dalam situasi kurang cahaya atau saat membuat foto long exposure.

Berikut ini beberapa pertimbangan menggunakan tripod atau tidak:

  • Berat. Saat memotret dengan kamera dan lensa yang berat, menyangga beban kamera DSLR full frame dan lensa tele 400mm selama beberapa jam akan membuat badan kaku-kaku. Sejauh mana kita ingin berkompromi dengan mengalah menggunakan tripod/monopod dibandingkan harus mengalami cedera punggung?
  • Genre Fotografinya. Beberapa genre fotografi butuh lebih banyak menggunakan tripod dibanding genre yang lain. Fotografer landscape, fotografer makro dan fotografer arsitektur akan lebih sering menggunakan tripod dibandingkan fotografer jalanan. Mereka membutuhkan tripod untuk memotret long exposure (landscape), agar bisa melakukan komposisi yang lebih teliti (arsitektur) atau agar bisa memperoleh depth of field yang cukup (makro).
  • Aturan Shutter Speed dan Image Stabilization. Agar foto tajam, berlaku aturan timbal-balik. Jika kita memakai lensa 400mm, shutter speed minimal agar foto tetap tajam paling adalah 1/400 detik untuk kamera full frame. Kalau anda menggunakan kamera APSC, maka angka minimal shutter speed menjadi 1/600 detik. Kalau di lensa/kamera kita dilengkapi IS/VR, maka kita bisa mengurangkan 2 sampai 3 stop dari angka diatas. Sisanya tidak bisa ditawar, harus diakali dengan tripod.
  • Kualitas Kamera Saat ISO Tinggi-. Beberapa kamera modern mampu bekerja optimal meski dipakai di ISO tinggi: noise tetap rendah, dynamic range tetap tinggi dan warna tetap akurat. Namun begitu, selalu ada batas yang kita tetapkan sampai sejauh mana ISO yang tinggi tadi bisa diterima. Apalagi bila kita ingin mencetak hasil foto bukan sekadar melihatnya di layar, pasti tuntutannya berbeda.
  • Panjang Focal dan Jarak Subjek. Saat menggunakan lensa tele dan memotret subjek yang jaraknya jauh, kita harus memastikan ketajaman gambar. Goyangan sedikit saja akan tampak jelas di hasil akhir. Hal ini juga berlaku untuk lensa makro.

Tips dan Cara Menyetel (Setting) Tripod

Berikut ini beberapa teknik pemakaian tripod yang pas:

  • Penempatan Tripod. Sebelum menyetel tripod, tentukan di mana kita akan menempatkannya. Kalau memotret di tanah datar sih tidak terlalu rumit. Masalah muncul saat memotret di sungai, tanah miring, karang, atau tempat menantang lain. Pastikan alas kamera di tripod sudah rata dengan memperpendek atau memperpanjang salah satu kaki tripod supaya kokoh menyangga. kalau ada gelembung penanda, manfaatkan.
  • Yang Pertama Di Panjang-kan adalah segmen kaki paling tebal. Kadang kala kita hanya perlu mengulur satu atau dua segmen kaki, tidak perlu semuanya. Dalam keadaan seperti ini, tarik keluar kaki yang paling tebal (atas) terlebih dahulu sementara kaki terkecil (segmen bawah) dibiarkan masuk. Segmen paling atas (besar) dari sebuah kaki tripod selalu lebih kuat dibanding yang lebih kecil (bawah).
  • Bentangkan Semua Kaki Sampai Habis. Buka dan regang-kan kaki-kaki tripod sampai maksimal supaya daya dukung kaki makin kokoh.
  • Menggunakan tripod kolom tengah

  • Kolom Tengah Dipakai Hanya Saat Terpaksa. Tiang bagian tengah sebaiknya hanya ditarik jika kita masih memerlukan posisi yang lebih tinggi sedangkan kaki sudah terentang maksimal. Kolom tengah ini kurang stabil karena hanya disangga satu titik.
  • Pastikan Kamera Sudah Terkunci Dengan Aman. Saat kamera terpasang di tripod, pastikan posisinya sudah terkunci dan sekrup yang mengikat kepala tripod ke alas kamera sudah kencang. Cek dan pastikan, jangan biarkan kamera anda jatuh.
  • Menggunakan tripod collar lensa tele

  • Untuk Lensa Tele. Jika anda menggunakan lensa tele lebih dari 200mm, biasanya akan diberi tripod collar. Pasanglah tripod pada collar ini, bukan di alas kamera. Dengan menggunakan tripod collar, beban kamera dan lensa lebih terbagi merata dan lebih stabil.

Menggunakan tripod pemberat

  • Manfaatkan Gantungan. Jika tripod anda dibekali gantungan di bagian bawah, manfaatkan. Gantungkan tas kamera atau pemberat lain ke situ. Asal pas, gantungan yang dibebani ini akan menambah stabilitas.

 

Menggunakan Tripod

Setelah tripod dan kamera sudah kita setel sekarang saatnya dipakai. Berikut ini beberapa teknik dan setelan lanjut yang akan makin mengurangi goyangan kamera untuk memastikan gambar benar-benar tajam:

  1. Kalau PerluGulung atau copot tali kamera. Tali kamera saat memotret hand-held memang sangat membantu, namun saat memakai tripod dalam waktu yang sangat lama sebaiknya dilepas, apalagi saat memotret di alam bebas. Kalau di biarkan, angin yang menggoyang tali kamera bisa membuat kamera ikut bergoyang.
  2. Matikan Auto ISO. Auto ISO diperlukan saat kita ingin mencapai kecepatan shutter yang diinginkan. Saat memakai tripod tidak ada gunanya. Matikan
  3. Gunakan ISO Dasar. Sudah susah-susah membeli dan membawa tripod lalu menyetelnya hingga kokoh. Masa sekarang masih pakai ISO 3200? Tidak kan! Nah gunakan ISO dasar kamera: 100 atau 200, tergantung merek. Ini untuk memastikan kamera mengeluarkan dynamic range terbesarnya.
  4. Gunakan Cable Release. Memencet shutter dengan jari pastilah akan mengakibatkan goyangan, meski kecil, di kamera. Gunakan kabel rilis atau remote tanpa kabel
  5. Jika Kabel Rilis Tidak Ada, Gunakan Timer. Kalaupun kabel rilis dan remote tidak ada, paling tidak gunakan self timer yang ada di kamera. Setel paling tidak 5 detik jeda waktu antara shutter dipencet dengan eksposure.Di kamera lain juga tersedia fitur exposure delay yang sebenarnya mirip, manfaatkan.
  6. Mirror Lock-Up. Jika memakai kamera DSLR, mekanisme membuka menutup cermin bisa mengakibatkan goyangan. Aktifkan mirror lock-up di kamera supaya cermin selalu terangkat dan tidak bergerak-gerak.
  7. Matikan Image Stabilization (IS) atau Vibration Reduction (VR). Kecuali lensa anda memiliki mode tripod, matikan saja fitur IS/VR ini. Penjelasan lengkap ada disini.
  8. Menggunakan tripod rendah

  9. Serendah Mungkin. Gunakan Serendah Mungkin. Jika memungkinkan, gunakan tripod pada posisi yang serendah mungkin dengan tanah sehingga memaksimalkan stabilitas.