Kamera

Membandingkan Hasil Foto Kamera DSLR Berumur 17 Tahun Dan Kamera Terbaru

Penasaran ingin melihat bagaimana kualitas foto kamera DSLR tua berumur 17 tahun saat dibandingkan dengan hasil foto kamera terbaru dan tercanggih? Itulah yang dilakukan oleh Jim Goldstein. Dia membandingkan hasil foto antara Canon D2000, kamera DSL yang dirilis tahun 1998 dengan hasil foto Canon 5DS R, kamera DSLR terbaru dari Canon yang dirilis pertengahan tahun ini.

Secara umur, Canon D2000 sudah berusia 17 tahun, sementara Canon 5DS R baru 5 bulan. Secara spek, Canon D2000 hanya memiliki resolusi 2 megapiksel, dan saat diluncurkan tahun 1998 terbilang sebagai “breakthrough”, sementara Canon 5DS R memiliki resolusi 50 megapiksel, kamera DSLR dengan resolusi tertinggi saat ini.

Berikut ini beberapa perbandingan hasil foto kedua kamera:

1 canon 5DsR landscape
Hasil Canon 5DS R Siang Hari
1 D2000 landscape
Hasil Canon Jadul D2000 Siang Hari
2 5DsR shadow
Hasil foto Canon 5DS R dengan shadow
2 D2000 shadow
Hasil foto Canon D2000 dengan shadow
4 5DsR sore
Hasil Canon 5DS R saat memotret landscape golden hour
4 D2000 sore
Hasil Canon D2000 saat memotret landscape golden hour
5 5DsR long
Hasil Canon 5DS R saat memotret milky way (long exposure- high ISO)
5 D2000 long
Hasil Canon D2000 saat memotret milky way (long exposure- high ISO)

Seperti bisa anda lihat, saat dipakai untuk memotret landscape yang terang benderang dan dalam ukuran foto yang kecil, mata telanjang akan kesusahan membedakan perbedaan hasil kedua kamera. Saat memotret dengan rentang gelap-terang yang lebar, Canon D2000 terlihat kehilangan banyak detail dan lebih datar. Saat memotret di sore hari, hasil Canon D2000 menjadi jauh lebih datar dan warnanya kurang alami. Dan ketika dipakai memotret dalam kondisi yang ekstrim: long exposure dan ISO tinggi, hasil foto Canon D2000 nyaris tidak bisa dipakai.

Jadi kalau anda hanya memotret di kondisi terang benderang dan hanya melihat hasil foto di komputer, mendingan beli saja kamera DSLR berusia 10 tahun, sisanya buat beli lensa yang bagusan… eh tapi, tapi…