Memahami Konsep Histogram Dan Cara Membacanya

Konsep Histogram

Histogram barangkali adalah salah satu konsep yang cukup membingungkan, akan tetapi memahami konsep histogram adalah hal yang sangat penting jika ingin memahami fotografi digital secara utuh. Dengan melihat histogram sebuah foto, kita bisa mengetahui apakah foto tersebut memiliki exposure yang pas atau tidak, kita bisa tahu apakah cahaya yang ada dalam foto keras atau flat (datar), yang pada akhirnya bisa menentukan proses editing mana yang paling pas untuk foto bersangkutan.

konsep histogram

Oke, konsep dasarnya begini: Sebuah foto terdiri atas sejumlah banyak piksel dan setiap piksel memiliki elemen warna yang dihasilkan oleh campuran warna utama: Red – Green dan Blue (RGB). Masing-masing warna RGB tadi memiliki tingkat terang-gelap yang bernilai 0 sampai 255. Saat kita menghasilkan sebuah foto, komputer atau prosesor dalam kamera digital akan membaca nilai gelap-terang (tonal) yang 0 sampai 255 tadi. Hasil bacaan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk grafik, dan grafik inilah yang kita sebut histogram. Lebih jelasnya dibawah ini.

Bagaimana Cara Membaca Histogram?

membaca histogram

Perhatikan grafik diatas. Cara membacanya adalah mata kita bergerak dari kiri ke kanan. Grafik tersebut mewakili tingkat gelap-terang masing-masing piksel. Ujung kiri grafik mewakili hitam sempurna, ujung tengah mewakili abu-abu (mid tone) sementara ujung kanan mewakili putih sempurna. Dalam satu titik, ketinggian grafik mewakili jumlah piksel dalam tone tersebut.

Karena daerah sebelah kiri mewakili hitam/gelap, berarti jika foto kita cenderung gelap (low key) maka histogramnya akan cenderung tinggi disebelah kiri. Kalau foto kita cenderung terang (high key), maka histogramnya cenderung tinggi disebelah kanan.

histogram low high

Enaknya memiliki kamera digital adalah, bahwa kita bisa langsung mengetahui nilai histogram begitu anda selesai memotret. Dengan begitu kita bisa langsung tahu apakah kualitas tonal (tingkat gelap terang) foto kita sudah sesuai maksud yang ingin kita capai atau belum. Misalnya anda memotret sebuah obyek foto dan dari histogram terlihat bahwa grafiknya terkumpul di sebelah kanan, anda bisa berkata: “Oh, foto ini hasilnya akan cenderung terang,” dan sebaliknya.