Yongnuo Siap Tawarkan Lensa Murah Meriah Untuk Kamera Canon dan Nikon

Lensa yongnuo 50mm

Kalau anda terbiasa mencari akesoris fotografi yang harganya miring, niscaya merk Yongnuo pernah mampir ke benak setidaknya sekali. Ya betul, di Indonesia Yongnuo dikenal sebagai merk untuk beragam lampu flash alternatif yang cukup handal namun harganya amat miring. Ada kabur bagus, mulai tahun 2015 Yongnuo juga akan merambah ke bisnis lensa. Dan kalau reputasi sebagai penghasil produk yang lumayan oke dengan harga miring dipertahankan, maka lensa Yongnuo pantas kita lirik.

Menurut beberapa situs luar negeri, Yongnuo siap menghadirkan varian lensa prime (apa itu lensa prime?) untuk kamera DSLR Canon dan Nikon. Lensa-lensa pertama yang akan coba ditiru Yongnuo antara lain: 50mm f/1.4, 50mm f/1.8 dan juga 35mm f/2 milik Canon dan Nikon. Dari bocoran foto sampel, lensa Yongnuo ini dibuat dengan ciri fisik yang sangat mirip dengan lensa 50mm punya Canon/Nikon. Dari ukuran fisik, fungsi tombol bahkan spesifikasi optiknya.

Lensa Yongnuo dibawah ini (kanan) misalnya, dibuat untuk meniru lensa Canon 50mm f/1.4(kiri). Secara spesifikasi-pun bisa dibilang mirip. Yang akan membedakan nantinya adalah jenis motor yang dipakai untuk fokus. Kalau Canon sudah memakai USM (Ultra Sonic Motor) yang cepat sekaligus senyap, maka Yongnuo hanya akan memakai motor tradisional yang lebih berisik dan lebih slow.

Lensa canon yongnuo 50mm

Untuk lensa Nikon, Yongnuo sudah berencana meniru lensa Nikon 50mm f/1.4, f/1.8 dan juga 35mm f/1.8. Yang belum terdengar adalah rencana Yongnuo untuk merk lain, dan juga apakah mereka akan mencoba membuat lensa zoom yang secara mekanis lebih kompleks?

Bagi pengguna seperti kita, kehadiran lensa Yongnuo ini cukup menggiurkan mengingat reputasi mereka bagus Yongnuo dalam membuat lampu flash yang murah namun oke (oke lho, bukan keren). Berharaplah agar harga lensa-lensa Yongnuo ini nantinya tidak lebih dari separuh harga lensa Canon dan Nikon yang ditirunya. Lensa Yongnuo ini kemungkinan baru akan hadir di pasar Indonesia mulai pertengahan 2015.