Lensa

Aperture Maksimum Lensa Zoom: Variabel dan Fixed

Semua lensa memiliki aperture atau bukaan lensa maksimum, kondisi dimana lensa terbuka paling lebar sehingga membiarkan cahaya masuk sebanyak-banyaknya sesuai diameter lensa itu sendiri. Dikebanyakan lensa zoom, aperture maksimal akan berubah seiring anda melakukan zooming (mengubah focal length lensa. Lensa zoom yang demikian disebut lensa zoom yang memiliki aperture maksimal “variabel”.

fixed dan variabel maksimum aperture

Contohnya lensa zoom kit populer: lensa 18-55mm f/3.5-5.6. Lensa ini saat dipakai di sisi pendeknya (18 mili) memiliki bukaan maksimum f/3.5. Namun saat dipakai disisi terpanjang (55mm), bukaan maksimum tadi akan mendadak berubah menjadi f/5.6.

Dengan berubahnya aperture seperti dalam kasus diatas, kita akan kehilangan sedikit cahaya yang masuk ke sensor saat lensa dipakai disisi terpanjangnya.

Beberapa lensa zoom yang lebih mahal memiliki bukaan maksimal yang tetap, konstan dan tidak berubah saat kita melakukan zooming. Contohnya adalah lensa 70-20mm f/2.8. Kalau sudah diset di bukaan (aperture) f/2.8, ya mau dipakai di sisi pendek 70mm atau sisi panjang 200mm, aperturenya akan selalu di f/2.8. Jenis lensa zoom ini relatif lebih berkualitas namun juga jauh lebih mahal dibanding lensa zoom variabel seperti diatas.

Kenapa Lensa Zoom Dengan Aperture Masksimum Fixed Lebih Mahal?

Lensa zoom dengan aperture fixed lebih mahal karena mereka menggunakan elemen yang lebih canggih didalamnya dibanding dengan lensa dengan aperture variabel. Selain itu lensa tersebut menggunakan elemen optik yang ukurannya lebih besar (f/2.8 dibanding f/5.6).