Lensa

Memahami Dan Mengurangi Chromatic Aberration Lensa

Saat mengamati sebuah foto dari jarak dekat atau saat kita memperbesar sebuah foto di komputer, seringkali kita melihat bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau atau merah yang menyelimuti batas-batas sebuah obyek foto. Mmm… supaya lebih jelas, lihat contoh foto dibawah ini:

chromatic aberration 1

Munculnya halo ini dalam ilmu optik biasa disebut Chromatic Aberration.

Catatan:
Kalau anda tidak suka Fisika, sama!! Saya juga hampir selalu ngantuk saat ada pelajaran fisika 🙂 , tapi kita sama-sama berpura-pura sok pintar saja biar yang ini cepat lewat.

Apa Sih Chromatic Aberration?

Kalau rajin mendengarkan apa kata guru Fisika, anda akan tahu bahwa setiap spektrum warna memiliki sifat yang berbeda. Lensa, seperti halnya benda bikinan manusia lain yang penuh cacat, sehingga yang idealnya dia bisa menjatuhkan titik fokus semua warna tepat pada sensor pada prakteknya ada yang kelolosan, fokusnya jatuh di luar bidang sensor, ada yang dibelakang sensor ada yang didepan sensor.

chromatic aberration 2

Setiap warna ternyata dibelokkan berbeda oleh lensa, sehingga jadi menyebar atau ter-dispersi. Karena jatuhnya tidak tepat pada sensor-lah sehingga timbul fenomena chromatic aberration pada foto anda. (Kalau ada yang penasaran dengan terjemahan chromatic aberration dalam Bahasa Indonesia, artinya kurang lebih penyimpangan karena sifat warna, atau kalau kita sembrono sebut saja penyimpangan kromatik, heheh).

Apakah Setiap Lensa Memiliki Kelemahan Ini?

Ya, secara praktek di lapangan semua lensa memiliki chromatic aberration, yang membedakan biasanya adalah kualitas material serta desain lensa itu sendiri yang mempengaruhi seberapa baik sebuah lensa menekan munculnya CA secara optimum. Produsen lensa biasanya mampu menekan cacat ini di area tengah lensa, namun kecolongan di bagian pojok lensa.

Lensa berkualitas tinggi semisal lensa seri L milik Canon, atau lensa mahal merk lain menggunakan material optik yang memilliki sifat dispersi super kecil, sehingga penyebaran warna bisa diminimalisir, namun juga memiliki kelemahan lain, diantaranya mampu menguras rekening tabungan kita 🙂

Adakah Teknik Foto Tertentu Untuk Mengurangi chromatic aberration

Beberapa trik yang bisa mengurangi Chromatic Aberration diantaranya:

  1. Kurangi aperture anda, kalau di f/2.8 chromatic aberration terlihat sangat mengganggu cobalah turun 1 stop ke f/4 misalnya.
  2. Hindari zoom sampai maksimal. Semisal anda memakai lensa zoom 70–300mm, cobalah hindari zoom maksimal sampai 300 kecuali terpaksa. Memotret pada focal length 200mm akan megurangi CA.
  3. Hindari Situasi Kontras Tinggi. Kalau memang lensa anda memiliki chromatic aberration yang tinggi, cobalah hindari memotret dengan kontras tinggi, misalnya: memotret dedaunan dengan background langit.
  4. Hati-hati dengan lensa super zoom. Lensa super zoom memang memiliki banyak keuntungan praktis misalnya saat traveling, namun kalau anda prioritasnya sedang menghindari chromatic aberration, pakailah lensa lain. Lensa super zoom (misal 18–200mm) biasanya memiliki CA yang lumayan parah di sisi lebar.

Kapan-kapan kita akan membahas cara koreksi chromatic aberration menggunakan phtoshop, tapi kapan-kapan ya.

Sumber foto: wikipedia.