6 Kamera Mirrorless Terbaik Di Pasaran Saat Ini

Seperti kita ketahui, kamera mirrorless adalah produk yang cukup hot saat ini dan diperkirakan akan makin banyak dipakai kedepannya. Produsen kamera melihat peluang bahwa banyak juga penggila fotografi yang menginginkan kualitas gambar yang bagus namun tidak ingin menenteng DSLR yang besar dan berat ke mana-mana, lahirlah kelas kamera mirrorless.

Sebelum melangkah terlalu jauh, di artikel yang cukup panjang ini ada beberapa istilah yang mungkin cukup membuat pemula mengernyitkan dahi, terutama mengenai sistem autofokus. Untuk membantu anda memahami sistem autofokus secara umum silakan baca disini, sedangkan mengenai deteksi kontras dan deteksi fase disini.

Kalau anda tertarik menjadikan kamera mirrorless sebagai kamera andalan sehari-hari ataupun sebagai tambahan, berikut ini kami pilihkan enam kamera mirrorless yang sangat pantas dijadikan pertimbangan:

Catatan: daftar dan harga dalam artikel ini diupdate pada 10 Februari 2015

Kamera Mirrorless dengan harga dibawah Rp. 10 Juta

1. Panasonic Lumix GM1

Panasonic Lumix GM1. Ukuran Sensor: Micro Four Third | Resolusi: 16.0MP | Viewfinder: Tidak Ada | Monitor: 3-inchi )fixed), 1,036,000 titik | Maximum continuous shooting rate: 5fps | Maximum video resolution: 1080p
Panasonic Lumix GM1. Ukuran Sensor: Micro Four Third | Resolusi: 16.0MP | Viewfinder: Tidak Ada | Monitor: 3-inchi )fixed), 1,036,000 titik | Maximum continuous shooting rate: 5fps | Maximum video resolution: 1080p

Panasonic GM1 – Rp. 7,5 Juta (body only)

Panasonic Lumix GM1 ini adalah salah kamera mirrorless termungil dan paling ringan yang ada dipasaran saat ini. Kamera ini menggunakan sistem micro four-third, format sensor yang luasnya sedikit lebih kecil dibanding APSC namun jauh lebih besar dibanding kamera saku.

Saat dibeli dengan lensa kit-nya, kita bisa memperoleh paket kamera + lensa yang super mungil. Itu karena lensa kit 12–32mm tadi, saat nganggur secara fisik akan melipat ke dalam sehingga ukuran total kamera akan tetap mungil.

Kamera ini tak punya viewfinder dan tak dibekali slot untuk penambahan viewfinder pihak ketiga (anda bisa membeli GM5 kalau benar-benar butuh viewfinder). Meski ukurannya mungil, Panasonic GM1 menggunakan sensor yang sama dengan saudara besarnya, Panasonic GX7, ini artinya meski kecil GM1 mampu menghasilkan kualitas foto yang bagus dan kecepatan autofokusnya tidak mengecewakan. Panasonic GM1 juga bisa menghasilkan video 1080p.

2. Sony Alpha A6000

Ukuran sensor: APSC | Resolusi: 24 MP | Viewfinder: Ya | Monitor: 3-inchi (tilt), 921.600 titik | Maximum continuous shooting rate: 11fps | Maximum video resolution: 1080p
Sony A6000. Ukuran sensor: APSC | Resolusi: 24 MP | Viewfinder: Ya | Monitor: 3-inchi (tilt), 921.600 titik | Maximum continuous shooting rate: 11fps | Maximum video resolution: 1080p

Sony Alpha A6000 – Rp. 8,5 Juta (body only)

Sony A6000 adalah kamera sistem Sony E pertama yang membuang embel-embel NEX sebagai penanda kamera mirrorless Sony sejak 2010 lalu. Dan meskipun tampangnya mirip dengan Sony NEX–6, namun performa dan rasanya sangat jauh berbeda. Kualitas sensor 24 megapiksel yang disematkan didalamnya layak diacungi jempol.

Keunggulan utama Sony A6000 ini adalah sistem autofokus yang cepat, malah terbilang sangat cepat untuk kelas kamera mirrorless, bahkan untuk mengikuti subjek bergerak pun Sony A6000 ini takkan mengecewakan. Untungnya kemampuan burst kamera ini juga sangat handal, bisa sampai 11 foto per detik, melebihi kemampuan mayoritas kamera DSLR handal sekaligus.

Kualitas gambar yang dihasilkan sampai dengan ISO 6400 sangat bagus. Begitu pula kemampuannya dalam merekam video, melebihi kapabilitas banyak kamera mirrorless yang lebih mahal.

Salah satu kelemahan utama Sony A6000 adalah sistem kendali autofokus-nya yang ribet dan harus banyak masuk ke sistem pengaturan, padahal sistem AF-nya sendiri sudah sangat bagus. Tapi untuk harga yang hanya Rp. 8,5 juta dan dengan fitur, kualitas foto dan kemampuan autofokus yang mumpuni, kamera ini adalah salah satu kamera mirrorless yang paling layak dibeli.

Kamera Mirrorless dengan harga Rp. 10 Juta – Rp. 20 Juta

3. Fujifilm X-E2

fujifilm-x-e2
Fuji X-E2. Ukuran sensor: APS-C | Resolusi: 16.3MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3 inchi (fixed), 1,040,600 titik | Maximum continuous shooting: 7fps | Maximum video resolution: 1080p

 

Fuji X-E2 – Rp. 13 Juta (body only)

Fuji X-E2 sebenarnya menggunakan sensor yang sama dengan yang dipakai di X-M1, namun memiliki tubuh yang lebih kokoh dan ditambahi viewfinder elektronik. Keberadaan viewfinder ini tentu sangat membantu manakala kita sedang memotret di siang bolong, sangat susah melihat layar LCD dibelakang saat terik matahari.

Saat diluncurkan di akhir tahun 2013, Fuji mengatakan bahwa X-E2 ini sebagai kamera dengan autofokus tercepat untuk kelas mirrorless. Well, waktu sudah berjalan lebih dari setahun dan banyak kamera kamera mirrorless baru bermunculan. Namun yang jelas Fuji X-E2 masih tetap lumayan cepat untuk mirrorless dengan mengandalkan sistem AF hybrid.

4. Fujifilm X-T1

fujifilm-x-t1
Fuji X-T1. Ukuran Sensor: APS-C | Resolusi: 16.3Mp | Viewfinder: EVF | Monitor: 3-inchi (tilt), 1,040,000 titik | Continuous shooting: 8fps | Resolusi video maksimum : 1080p

 

FUJI X-T1 – Rp. 18 Juta (body only)

Fuji memasarkan X-T1 sebagai kamera kelas profesional dengan keseluruhan body terbuat dari material aluminium alloy. Fuji X-T1 tahan diajak main gerimis dan kena cipratan air, tahan terkena lumpur dan kena benturan.

Namun yang paling istimewa dari X-T1 adalah tata letak tombol-tombol pengaturan manual yang masuk akal dan nyaman yang mengingatkan kita pada layout kamera klasik yang sudah teruji. Dan Fuji secara brilian menggabungkan-nya dengan teknologi modern kamera masa kini. Kontrol aperture dan shutter speed di Fuji sangatlah nyaman dan cepat. Saat di genggam, Fuji X-T1 ini terasa seperti kamera DSLR yang sudah akrab ditangan namun berbobot separuhnya.

Fuji X-T1 ini dilengkapi viewfinder elektronik yang sangat besar dan terang (2,3 juta titik OLED) yang dilengkapi focus peeking. Kalau anda menuntut fitur modern lain, Fuji X-T1 bisa memotret burst pada 8 frame per detik di mode continuous.

Kalau bicara kualitas foto, sensor X-Trans yang dipakai Fuji memang bagus, bahkan output JPEG fuji saat ini bisa dibilang yang paling keren. Barisan lensa sistem X yang dibuat Fuji juga sudah diakui sebagai lensa berkualitas tinggi meski harganya lebih mahal dibanding merek lain. Mayoritas lensa Fuji X memiliki kontrol aperture ring tubuh lensa nya.

Meski bisa merekam video dengan resolusi full HD 1080p, fitur paling lemah di kamera ini adalah video, kalau video adalah hal yang penting buat anda, silakan pilih yang lain.

Kamera Mirrorless dengan harga lebih dari Rp. 20 Juta

5. Olympus OM-D E-M1

Olympus OM-D E-M1. Ukuran sensor: Micro Four Thirds | Resolusi: 16.3Mp | Viewfinder: EVF | Monitor: 3-inchi (tilt), 1,037,000 titik | Maximum continuous shooting rate: 10fps | Maximum video resolution: 1080p
Olympus OM-D E-M1. Ukuran sensor: Micro Four Thirds | Resolusi: 16.3Mp | Viewfinder: EVF | Monitor: 3-inchi (tilt), 1,037,000 titik | Maximum continuous shooting rate: 10fps | Maximum video resolution: 1080p

 

Olympus OM-D E-M1 – Rp. 21 Juta (body only)

Bagi anda yang sudah terlanjur memiliki koleksi lensa micro four-third, pilihan yang paling bagus saat ini adalah membeli kamera Olympus OM-D E-M1.

Penampilan Olympus OM-D E-M1 ini sangat mirip dengan kamera SLR klasik, karena memang kamera ini dibuat dengan ruh kamera SLR legendaris Olympus OM–1. Dengan harga body only yang sekitar Rp. 21 Juta, Olympus menjanjikan kamera ini sebagai kamera micro four-third terbaik. Kamera ini juga tahan diajak “menderita”, tahan debu, cipratan air dan bandel saat jatuh.

Yang membuat OM-D E-M1 ini fenomenal adalah sistem Dual Focus AF yang sangat cepat mengunci objek foto. Sistem ini menggabungkan sistem AF contrast detect dengan phase-detection. Kalau anda gemar bermain video, kamera ini juga tidak jauh tertinggal dibanding kamera DSLR.

Dan seperti sudah disebut di awal, kamera ini menerima semua lensa dengan format micro four-third buatan Olympus, Leica, Panasaonic sampai Sigma. Kita juga bisa memakai lensa Four-Third (non micro) dengan tambahan adapter khusus yang dibuat Olympus.

6. Sony A7R

Ukuran sensor: Full frame | Resolusi: 36.4Mp | Viewfinder: EVF | Monitor: 3-inchi (tilt), 921,000 dots| Maximum continuous shooting rate: 4fps| Maximum video resolution: 1080p
Ukuran sensor: Full frame | Resolusi: 36.4Mp | Viewfinder: EVF | Monitor: 3-inchi (tilt), 921,000 dots| Maximum continuous shooting rate: 4fps| Maximum video resolution: 1080p

Sony A7R – Rp. 25,5 Juta (body only)

Kalau kombinasi sensor full frame dengan dynamic range yang oke dibungkus dalam format badan kamera yang kecil ala mirrorless adalah fantasi anda (dan dompet anda cukup tebal), maka Sony A7R ini adalah pilihan terbaik.

Seri kamera Sony A7 adalah kamera mirrorless pertama yang dibekali dengan sensor full frame sebagai roh-nya. Dan Sony A7R adalah jenis termahal dan terbaik dari 3 jenis model Sony A7. Dijual dengan harga paling mahal, Rp 25 juta, namun anda tak akan mendapatkan kamera mirrorless dengan sensor sebaik yang dimiliki Sony ini.

Kamera ini mampu menghasilkan foto dengan resolusi 36 megapiksel, tanpa filter Anti Aliasing sehingga hasil lebih tajam dan kaya dengan detail, kamera ini juga sudah dilengkapi dengan wiFi + NFC built-in. Fitur video pun sudah cukup handal meski belum menandingi kecepatan fokus dan handling video di DSLR papan atas.

Salah satu kelemahan kamera ini adalah ketersediaan lensa yang memang masih minim. Satu-satunya lensa yang highly recommended untuk dipasang dengan kamera ini adalah Sony 35mm f/2.8 Zeiss, lensa prime dengan focal klasi meski harganya lumayan mahal. Lensa lain kualitasnya masih termasih harus menunggu Sony selesai membuatnya. Kita sebenarnya bisa memasang lensa DSLR full frame sampai lensa analog klasik dengan adapter seperti Metabones yang banyak tersedia di toko kamera.