Tips dan Trik Fotografi

10 Tips Menambah Skill Fotografi Tanpa Membeli Alat Baru

Fotografer seringkali terjebak pada kecenderungan menghabiskan energi dan pikiran pada hal yang memberi kontribusi kecil pada peningkatan skill fotografi. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membaca review kamera atau lensa yang mungkin kita tak pernah mampu membelinya? Bandingkan dengan waktu yang sebenarnya kita habiskan dengan berkonsentrasi menambah kemampuan dan kapasitas fotografi kita.

1. Maksimalkan kapasitas kamera & pelajari semua fungsinya

Bukan hanya sekedar aperture, shutter speed dan fokus, maksud saya SEMUANYA. Pernah mencoba memanfaatkan kemampuan kamera anda dalam membuat foto light painting sampai optimal? Bagimana dengan memotret kembang api? AEL, Bracketing? Kenali sebanyak-banyaknya fungsi dan fitur yang tersedia dikamera yang anda miliki sekarang. Kalau kapasitas dan kemampuan kamera baru terpakai kurang dari 75%, kenapa berpikir ingin ganti kamera? Kalau uang anda berlebih, bukankah lebih berguna kalau anda bisa traveling dan memperluas wawasan? Dengan mengeksploarsi kamera sampai maksimal, kita bisa memacu kreativitas kita sekaligus memperluas perspektif fotografi.

2. Lihat foto yang membuat anda jatuh cinta

Pernahkah anda melihat sebuah foto dan langsung “jatuh cinta” dengan foto tersebut? kalau belum segera tentukan foto yang menjadi idola anda! (Sekedar inspirasi, coba buka 500px.com dan pilih foto mana yang membuat anda langsung kesengsem) Sudah ketemu? Oke sekarang lihat lagi foto idola tadi dan pikirkan kenapa anda bisa jatuh cinta padanya. Apakah karena komposisinya? ataukah karena ceritanya? ekspresinya? ataukah karena cahayanya? Apakah foto tersebut foto landcape? atau portrait ataukah foto travel? Dengan begitu kita bisa menyadari, “Oh, seleraku tuh yang begini nih.” Dan selera = taste = minat, kita bisa berangkat dari situ untuk bisa lebih fokus dan menambah skill yang memang sesuai dengan selera. Jangan beli lensa makro kalau anda berhasrat pada street photography, kurang leboh begitu poin yang ingin disampaikan.

3. Belajar memilih dan memilah foto

Sudah berapa fotokah yang sudah anda hasilkan selama memiliki kamera? Dari sekian ribu foto yang sudah anda hasilan, pernahkan mencoba memilih 25 foto terbaik karya anda?  Kalau belum cobalah anda mulai, pilih 25 foto yang menurut anda memang benar-benar terbaik dan anda bangga sudah menghasilkannya. Dari 25 foto ini apa kesamaan yang dimiliki? apa yang membuat anda merasa mereka adalah yang terbaik? Apa yang bisa diperbaiki dan dimaksimalkan lagi?

4. Cetak 25 foto tadi dan minta orang lain menilainya .

Kalau anda sudah menyelesaikan langkah nomor 3, cobalah cetak foto-foto tadi. Cetaklah dalam ukuran yang cukup besar, usahakan cetak di studio, jangan dicetak di printer rumah tempat kita biasa mencetak tugas kuliah atau pekerjaan kantor. Kemudian mintalah teman atau tetangga yang awam fotografi untuk menilainya, mintalah dia mengurutkan dari yang paling bagus sampai yang paling jelek dan tanyakan kenapa. Dengan menanyakan pada orang yang awam fotografi kita bisa mengetahui apa yang orang lain perhatikan dari foto-foto kita. Sebaik-baiknya seni, dalam bentuk apapun, adalah seni yang bisa diaperesiasi oleh orang awam sekalipun. Kita seringkali kehilangan perspektif, memotret demi mendapatkan perhatian dari fotografer lain.

5. Uji kelincahan jari dalam mengoperasikan kamera

Oke, coba ini. Bawa kamera dan masuklah dalam kamar yang gelap tanpa lampu. Cobalah anda mengubah-ubah settingan aperture, shutter, ISO, mode fokus, mode metering dll. Bisakah anda melakukannya dengan lancar tanpa menlihat tombol-tombol di kamera? Pianis hebat atau gitaris legendaris tahu persis dimana jari harus ditaruh untuk menghasilkan semua kombinasi nada. Kunci dari karya yang bagus adalah dengan melupakan teknologi (alat) yang menghasilkannya dan fokus pada cita rasa seninya. Kalau tombol dikamera kita masih menjadi penghalang, susah buat fokus pada cita rasa seni tadi. Pastikan masalah ini teratasi, kita tahu persis dimana harus mengubah setting nyaris secara spontan, baru kita bisa berfokus pada fotografi bukan mengingat-ingat tombol.

6. Cari partner dalam fotografi.

Kalau Sherlock Holmes membutuhkan Dr. Watson dan Batman membutuhkan Robin (mungkin Superman nggak butuh, soalnya ya itu SUPER-MAN), mungkin kita juga butuh partner. Partner in crime adalah sebaik-baiknya partner. Memiliki sohib dalam fotografi adalah sebuah keuntungan yang luar biasa. Bisa bertukar pikiran, kadang saling pinjam alat dan berbagi informasi serta hunting bareng membuat banyak hal tercapai lebih cepat dibandingkan saat dikerjakan seorang diri. Komunitas foto bagus, namun kalau anda jenis orang yang tidak punya banyak waktu atau tidak bisa sering-sering meninggalkan rumah, carilah sohib foto dilingkungan RT, sodara dekat atau teman kantor saja sudah cukup.

7. Print Satu Foto Karya Anda Dalam Ukuran Besar, Frame Lalu Pasang Di-dinding.

Dengan begitu kita bisa termotivasi untuk membuat foto lain yang juga pantas dipasang didinding. Dengan begitu juga banyak yang akan memberi komentar dan saran untuk foto kita.

Focused male photographer examining large photography print hanging on wall in art studio by Hero Images on 500px.com

 

8. Pelajari Trik Olah Digital Baru.

Diakui atau tidak, foto digital yang bagus tak akan pernah lepas dari proses editing di photoshop maupun Lightroom. Mulai dari cropping, memperbaiki warna, meluruskan foto, mengilangkan kabel dari foto landscape, membuat foto panorama, foto HDR sampai dengan membuat foto tampak vintage membutuhkan proses ini. Kita tidak perlu sampai menjadi ahli dalam Photoshop/Lightroom, namun mengetahui prinsip yang penting sangat diperlukan. Pada jaman film, fotografer tahu proses kamar gelap, kita juga perlu tahu proses photoshop atau software semacamnya untuk fine-tuning foto akhir kita.

9. Memotret Suasana Kota Di Malam Hari.

Memotret susana kota dimalam hari menguji kemampuan kita untuk memperbaiki diri. Kita akan dipaksa untuk berfokus pada cahaya, dipaksa berpikir tentang komposisi karena bisa jadi membutuhkan tripod, dan benar-benar memikirkan eksposure karena harus menggunakan ISO tinggi dan shutter speed yang lama. Anda juga bisa mencoba teknik bulb. Jadi kalau selama ini anda belum pernah melakukannnya, lakukan segera!

10. Sering-seringlah Berbagi.

Berbagi pengetahuan membuat kita terpacu untuk menambah pengatahuan yang baru, dan membuat orang lain tidak segan membagi apa yang dia tahu kepada kita. Anda bisa saling berbagi informasi dengan teman fotografi anda. Anda juga bisa memulainya disini, cukup bagikan artikel ini di media sosial langganan kepada teman-teman fotografi anda.

Oke, selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan